Setelah sekian lama aku tenggelam dalam sedikit kebahagiaan kecil dunia fanaku ini, perlahan kesedihan mulai datang mengetuk hati. Sebuah rasa yang mungkin selalu ingin kuhindari kedatangannya.
Kesedihan ini sedikit lancang bagiku, tak pernah aku mengundangnya namun ia selalu hadir tiba-tiba. Malangnya aku selalu membukakan kesempatan untuk setiap kesedihan ini memasuki dan kemudian mencabik-cabik lembaran hatiku, yang dulunya tengah aku bangun hati ini sekuat dan setegar karang di laut lepas. Namun barangkali hatiku tak setegar penampilannya yang elok. Kesedihan kenapa kau datang lagi ? Tak cukup lelahkah kau selalu mengusik hati ini, atau tak cukup bosankah engkau selalu mendatangi insan yang sama. Atau memang hanya aku yang pantas engkau kunjungi ?
Bahkan dengan ribuan pertanyaan yang aku ajukan pun, tak satupun mampu engkau jawab. Lantas aku harus bagaimana menghadapimu. Tak ada lagi pundak sahabat-sahabat yang bersedia mengurangi sedih ini. Hanya sujud dalam kerendahan hati tempatku mengadu.
Kesedihan beranjaklah sedikit dari tempatmu berdiri, biarkanlah aku menghirup udara ini sejenak.
Setidaknya izinkan aku untuk mengatakan selamat tinggal kepadamu sedihku.
Pekanbaru, 20 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar